Observatorium UIN Walisongo, Ideal Untuk Pendidikan.

Observatorium bisa diartikan sebagai gedung/bangunan yang dilengkapi alat-alat seperti teleskop, teropong bintang, dan sebagainya untuk keperluan pengamatan dan penelitian ilmiah tentang bintang dan sebagainya. Dalam tujuannya sebagai media untuk mengamati lebih detail mengenai benda-benda langit, tentu saja didalam pembangunannya observatorium memiliki beberapa standar yang harus dipenuhi.
Dalam Seminar Falak nasional yang digelar oleh HMJ Ilmu Falak, kemarin (27/11/2018), dijelaskan bahwa Standar observatorium yang bagus bisa dilihat dari beberapa aspek, salah satunya dilihat dari lokasi. Langit sekitar observatorium mesti steril dari gemerlap cahaya lampu dimalam hari. Selain itu, khususnya ufuk barat, wilayah azimuth 240-300 tidak terhalang perbukitan, bangunan, pohon-pohon dan sebagainya supaya ketika melakukan rukyatul hilal bisa dilakukan secara optimal. Kemudian dari segi gedung dan bangunan observatorium itu sendiri harus beratap yang bisa dibuka dan ditutup supaya alat-alat yang ada didalam observatorium tidak kehujanan.
Observatorium banyak sekali didirikan untuk melakukan pegamatan terhadap benda langit, salah satunya yang akan dibangun di Universitas Islam Negeri Walisongo, ditarget Observatorium UIN Walisongi ini akan jadi dalam tahun 2019. Mengenai letaknya, jika dilihat dari segi standar kelayakan observatorium, jika nantinya digunakan untuk pengamatan rukyatul hilal memang kurang strategis. Tapi dibangunnya observatorium itu tersendiri salah satunya adalah untuk pendidikan “dari banyak posisi tanah yang ada di UIN, tempat yang sekarang sudah ditempatkan, sudah cukup memadai” ujar pak Ahmad Izzuddin.
Mengenai polusi yang banyak terjadi di Semarang, pada dasarnya Observatorium di UIN Walisongo lebih layak untuk pendidikan, sedangkan untuk rukyatul hilal tersendiri mesti dilakukan ditempat-tempat yang ideal dengan membawa alat-alat yang ada di Observatorium. Tetapi untuk pengamatan matahari maupun edukasi seperti menonton animasi animasi tentang benda langit observatorium Walisongo ini bisa dijadikan sebagai tempat yang ideal.
“Harapannya, Lebih dioptimalisasikan observatorium yang ada di UIN Waisongo karna itu adalah tempat yang sangat setrategis untuk pendidikan.” Pangkas Ahmad Izudin, ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia. (Karina)
